MULIA – Perayaan Natal Gabungan Pemda, TNI - Polri, Denominasi Gereja dan Instansi Vertikal serta Masyarakat Kabupaten Puncak Jaya yang dirangkaikan dengan Syukuran 3 Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya serta Peringatan HUT Kabupaten Puncak Jaya yang ke 24 tahun berlangsung hikmat dengan penerapan Protokol Kesehatan ketat terbatas yang dilaksanakan di Aula Sasana Kawonak Kantor Bupati Puncak Jaya, Pagaleme, Senin (07/12/2020).
Tema Utama yang diambil adalah Tema Sinode GIDI yang bertajuk “Sebab Anak Manusia Datang Untuk Mencari dan Menyelamatkan Yang Hilang” (Lukas 19:20) dengan Sub Tema “Melalui Momen Natal ini Mari Kita Mengucap Syukur atas Perlindungan Tuhan dalam Masa Pandemi Covid-19”.
Hadir dalam Acara tersebut Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM didampingi Ketua TP-PKK Ny. Ursula Waminop, S.KM, M.Kes, Wakil Presiden GIDI Pdt. Usman Kobak, S.Th, MA, Ketua DPRD Zakaria Telenggen, Wakil Bupati Puncak Jaya Deinas Geley, S.Sos, M.Si bersama Wakil Ketua TP-PKK Ny. Depina Karoba, Kapolres Puncak Jaya AKBP. Drs. Mikael Suradal, MM didampingi Ketua Bhayangkara Puncak Jaya, Dandim 1714/PJ Letkol Inf. Rofi Irwansyah bersama Ketua Persit KCK, Plt. Sekda Tumiran, S.Sos, M.AP, Ketua DWP Puncak Jaya Ny. Manikem Tumiran, S.Sos, M.AP, Pejabat TNI-Polri, Pejabat Eselon III dan IV, Pimpinan Denominasi Gereja serta Masyarakat Kabupaten Puncak Jaya.
Dalam laporannya, Ketua Panitia, DR. Pilemon Tabuni, S.IP. M.Si mengungkapkan bahwa perayaan 3 agenda besar ini juga merupakan suatu bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan karena atas penyertaan dan kasihNya sehingga memasuki natal dan 3 agenda besar dalam keadaan aman dan baik.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan kondisi masyarakat ditengah pandemi Covid-19 agar dapat berperan dalam pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan di Puncak Jaya,"jelas Pilemon.
Selain itu Wakil Presiden GIDI Pdt. Usman Kobak dalam Khotbanya mengatakan bahwa arsitek manusia adalah Allah sendiri. “Ia menciptakan manusia menurut Gambar dan rupa Allah, tetapi ketika manusia jatuh dalam dosa hubungan manusia dengan Allah terputus. Tetapi Kasih-Nya yang begitu besar Ia mengutus anak-Nya yang tunggal datang ke dunia untuk menyelamatkan kita yang terhilang tersebut”.
“Jadi pada hakikatnya kita sebagai manusia harus miliki Tuhan Yesus sebagai juruselamat secara pribadi agar memiliki hidup yang kekal. Jadilah seperti Zakeus walau dia memiliki fisik yang pendek dan sebagai seorang pemungut cukai tetapi berusaha untuk menjumpai Yesus. Kesibukan dan pekerjaan kita jangan sampai membuat kita lupa untuk terus membangun komunikasi yang intim bersama Tuhan,"bebernya.
Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda mengajak seluruh elemen untuk bersyukur kepada Tuhan atas kasih sayangnya karena pada hari ini kita bisa melaksanakan 3 agenda besar.
“Kabupaten Puncak Jaya berada pada usia yang tidak mudah lagi yakni 24 tahun, seiring berjalannya waktu mulai dari Bupati pertama hingga sekarang, kursi pimpinan terus berganti dan kita tidak bisa pungkiri sudah banyak yang telah meninggalkan kita namun masih banyak yang terus bertahan bersama kita,"ujar Bupati Yuni Wonda.
Kata Yuni Wonda, Dalam 24 tahun Kabupaten pelayanan serta pembangunan terus berjalan diantaranya pendidikan, perekonomian, infrastruktur, kesehatan terlebih khusus pelayanan kepada masyarakat, oleh karena itu mari terus bekerja sama untuk memajukan daerah yang kita cintai ini.
Bupati juga menjelaskan sedikit kilas balik 3 tahun kepemimpinannya Bersama Wakilnya dalam kegiatan yang berstandar protokol kesehatan tersebut.
“Dalam 3 tahun kepemimpinan kami, telah banyak kerja nyata yang telah diperoleh diantaranya keamanan yang mulai kondusif serta yang paling membahagiakan ialah sejarah yang telah kita ukir yakni pencapaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta pencapaian lainnya,"ungkapnya.
Bupati Yuni Wonda menambhakan, Terlepas dari itu semua, kedepanya pasti lebih banyak lagi tantangan yang akan dihadapi, oleh karena itu saya berharap seluruh elemen dapat terus bekerja sama untuk lebih memajukan daerah yang kita cintai ini.
Diungkapkan bahwa Natal tahun ini sangatlah berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya, karena tahun ini seluruh dunia sedang diuji dengan wabah Covid-19. Terlepas dari itu semua, menurutnya alasan tersebut jangan dijadikan sebagai penghalang untuk terus mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus, dirinya mengajak semua pihak untuk sambut bulan penuh kasih ini dengan hati yang bersih serta dengan kondisi aman dan damai.
Yang menarik dalam momen itu ada momen haru biru saat proses pemotongan Kue Ulang Tahun secara terbatas oleh kedua Pemimpin Daerah didampingi Ibu Ketua NY. Ursula dan wakil Ketua PKK NY. Depina. secara spesial pemberian kue ulang tahun pertama diberikan kepada Bupati dan Wakil Bupati. Bupati Yuni selanjutnya menyerahkan kue kepada Wakil Presiden GIDI Pdt. Usman Kobak mewakili 7 Denominasi Gereja Puncak Jaya.
Hal itu sebagai bentuk apresiasi penghargaan Pemerintah kepada pihak gereja yang selalu mendukung pemerintahannya menghadapi segala ujian dan cobaan.
Acarapun diakhiri dengan Pemberian Piagam dan Plakat Penghargaan Bupati Puncak Jaya sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Daerah kepada 7 perwakilan pihak – pihak yang berkontribusi dalam penanganan dan pencegahan wabah Covid-19 di Kabupaten Puncak Jaya. Piagam penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua I DPRD Miren Kogoya dan Bupati Puncak Jaya. Diantaranya adalah Gugus Covid dan tenaga medis.
Bupati Yuni Wonda menyebutkan bahwa, apresiasi itu adalah bentuk motivasi kepada seluruh pejuang Gugus tugas Covid dalam menghadapi Wabah Covid. Dirinya menyebutkan bahwa sejak maret 2020 sebagai kabupaten pertama lockdown pada hari ini diberikan penghargaan kepada semua yang mendukung Puncak Jaya tetap dalam zona hijau.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Mustakim Ali |
| Editor | : |
Komentar & Reaksi