KEEROM - Masyarakat Adat dari 4 suku besar di Arso Timur dan Mannem melakukan deklarasi adat bagi anak adat Keerom untuk maju pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Keerom Tahun 2020.
Masyarakat adat dari keempat suku yaitu Suku Nyau melalui ondoafinya, Ben Mateu Rehwi, Suku Maraf dengan ondoafinya Anton Number, Suku Mannem melalui ondoafi, Blasius Pien, dan Suku Menangki melalui ondoafinya, Yakob Kamar, berkumpul di Lapangan Kampung Pitewi, Distrik Arso Timur pada hari Minggu 11 Oktober 2020.
Dalam kesempatan tersebut dilakukan pernyataan sikap oleh sejumlah Ondoafi yang disaksikan Ketua Dewan Adat Suku Arso Timur, Jack Mekawa.
Adapun isi deklarasi atau pernyataan sikap yang ditujukan kepada Piter Gusbager yang berpasangan dengan Wahfir Kosasih di Pilkada Keerom tahun 20202 adalah ,‘’Kami masyarakat adat pada hari ini mengukuhkan Piter Gusbager SHut, MUP, sebagai anak adat kami dan kami masyarakat menyatakan siap mendukung anak adat dalam Pilkada 2020,’’.
Dalam pernyataan tersebut, pihaknya juga meminta seluruh masyarakat yang mendiami Arso Timur – Mannem untuk mendukung dan menghargai hak kesulungan diatas tanah leluhur tersebut.
Dikesempatan yang sama juga, mereka menyerahkan mahkota adat kepada Piter Gusbager, dilanjutkan pengalungan noken adat, penanaman pohon serta penyerahan panah dan busur kepada Piter Gusbager.
Usai prosesi adat, Ondoafi Suku Nyau, Ben Mateu Rehwi, mengemukakan bahwa acara tersebut adalah untuk mengukuhkan jati diri anak asli dari wilayah adat dari 4 suku besar di Arso Timur dan Mannem.
"Kita pilih Piter Gusbager untuk dikukuhkan karena selain anak adat, Piter Gusbager juga seorang akademisi, dan kami yakin dirinya bisa buat perubahan di Keerom baik dari sisi infrastruktur, SDM dan pertanian, tentu semua itu yang diharapkan masyarakat dengan ada perubahan,’’pesannya.
Sedangkan Kepala Suku Kibay, Silvester Boryam, mengemukakan bahwa sejak dahulu Arso Timur sebelum ada pemerintahan adalah menjadi kewenangan adat, maka kini semunya juga kembali kepada adat.
"Mulai hari ini kita kembali ke adat, maka sebagai anak adat kami tunjuk dan resmikan dia yang akan memimpin Keerom dan sesuai semangat Otsus, maka hak kesulungan kali ini akan dikembalikan kepada anak adat agar ada pembangunan baik di bidang pendidikan, ekonomi, dll. Ketertinggalan pembangunan di Arso Timur harus dikejar,’’ujarnya.
Sementara Ketua Dewan adat Suku Distrik Arso Timur dan Mannem, Jack Mekawa, mengemukakan bahwa tujuan dari Deklarasi Adat tersebut adalah untuk memastikan bahwa saat ini adalah saatnya bagi anak adat untuk menjadi tuan di atas tanahnya.
"Dengan deklarasi ini maka maka kita menjawab harapan bahwa masyarakat menginginkan adanya perubahan dan mengembalikan hak kesulungan yang dulu terputus oleh almarhum Celcius Watae. Kami deklarasikan secara adat ini sekaligus mengesahkan dan mengukuhkan anak adat kami yaitu Piter Gusbager, kami menilai dia pantas yang ambil estafet anak adat yang ditinggalkan almarhum Celcius Watae,’’pungkasnya.
Sementara itu Piter Gusbager, SHut, MUP, yang dikukuhkan sebagai anak adat Arso Timur Mannem pada kesempatan tersebut mengemukakan bahwa ia merasa terharu atas pengukuhan tersebut. Sekaligus itu merupakan tanggungjawab yang besar bagi dirinya.
"Terimakasih atas dukungan masyarakat adat kepada kami, karena pembangunan adalah kewajiban kita bersama,’’pungkasnya.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Mustakim Ali |
| Editor | : |
Komentar & Reaksi